Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts

Teruslah

Teruslah berjalan..
Ketika keberuntungan tak lagi menghinggapi sayap jiwamu..
Dan kegagalan selalu mendekapmu

Teruslah berjalan…
Ketika sang mentari tak sudi lagi menyinari jalanmu dan menemani setiap langkahmu

Teruslah berjalan
ketika batu-batu mulai menghujanimu
Menerpa setiap harapanmu, dan berusaha meruntuhkan buah mimpimu

Teruslah berjalan
Meski duri-duri tajam siap menyambutmu
Membelaimu dan merusak benih benih rahangmu

Teruslah berjalan
Meski angin dan udara tak lagi mendukung napasmu
Menyesatkanmu dan menerjang arahmu..
Ketika kaki ini mulai lelah untukberjalan
Ketika mata ini mulai sayup untuk melihat
Ketika arahmu  tak lagi dapat terlihat

Dan tetaplah berjalan
Sampai kau menemukan apa yang kau inginkan

December 29, 2011 at 3:15pm

Nugraheni Syakarna

[POEM] Mourning Clown

Here i am,
holding on my tears
as the world won't me cry
i wanna leave all of this
as i think i'm not a human anymore
you see,
the world wants me cheers
the world wants me laugh
and the world wants me happy
always and always
then everyone wants being a clown
just like me
no more pain
no more rain
no more stain
O dear world,
a clown is you
who needs  some time
for being on his own
all alone
to be the true of every you
who wants cry
not for being cried
who wants laugh
not to be laughed
needs happiness
not just fake joy
here i am
a clown
with full of me
being to be like you
every of you

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
DUKA SEORANG BADUT

di sini aku
menahan air mata,
dunia tak ingin ku menangis
ku ingin tinggalkan semua ini
aku bukan aku lagi
lihatlah
dunia ingin aku bersorak
dunia ingin aku tertawa
dunia ingin aku bahagia
selalu dan selalu
sampai-sampai semua ingin jadi badut
sepertiku
tak ada duka
tak ada hujan
tak ada luka
duhai dunia,
seorang badut adalah kamu
yang ingin sejenak
menjadi dirinya sendiri
sendirian
benar-benar seperti kamu
yang ingin menangis
bukan untuk disoraki
yang ingin tertawa
bukan ditertawakan
butuh kebahagiaan
bukan kegembiraan semu
di sini aku
seorang badut
dengan diriku sendiri
menjadi sepertimu
setiap dirimu

^^^^^^^^^^^

Gambar dari Google

(DAS POETRY): Bila Engkau Besar Nanti

Oleh: Arif Bawono Surya

Bila Engkau Besar Nanti  

 Bila engkau besar nanti 
Apakah engkau masih mencintaiku  
Seperti saat ini? ... 

Bila engkau besar nanti 
Apakah engkau masih ingat akan diriku  
yang semakin renta dan buruk rupa ini 

Bila engkau besar nanti 
Apakah engkau masih menyadari  

Bahwa
Cintaku tak berkurang kepadamu 

Sama persis dengan saat pertama aku  
Menyatakan cinta padamu, 

anakku 

(Juli 7 2011)

Editor's Note:

Humm...Neko sebenarnya nggak terlalu expert dalam bidang puisi. Harusnya yang ngisi editor notes ini Masdar...( Pak, kau dimana? Hehehehe). Tapi well, baiklah, daripada editor's note-nya kosong, untuk sementara Neko isi dulu deh. Hehehe.. Pada dasarnya, Neko lebih suka puisi yang menggunakan bahasa yang lugas daripada yang bahasanya rumit dan melangit-langit. Buat apa pakai bahasa langit kalau nggak ada yang ngerti kan? Karena itu, Neko lumayan menyukai cara Pak Arif menuliskan puisi di atas. 

Tadinya Neko kira, puisi ini tentang cinta kepada kekasih. Tapi sepertinya ada yang janggal, sampai akhirnya Neko baru ngeh setelah membaca puisi ini sampai selesai. Oalah...ternyata tentang kasih sayang orangtua kepada anaknya kok (Neko lebih melihat ini sebagai isi hati seorang ibu kepada anaknya ketimbang tentang ayah). Well... cukup mengharukan. Orangtua adalah orang terdekat kita yang mungkin paling sering kita sakiti dan kita lupakan pengorbanannya. Kadang sebagai anak muda, kita lebih menghargai teman-teman kita ketimbang orangtua... Hmmm...sebuah puisi sederhana yang cukup menggugah hati nurani.

Cherio

Mizuki-Arjuneko 

Profil Penulis:

Pak Arif dengan Andy F. Noya
Arif Bawono Suryo, atau yang di FLP Malang lebih beken dengan panggilan "Pak Arif", baru saja memutuskan untuk bergabung ke dalam keluarga besar FLP tahun 2011 ini. Walaupun baru bergabung, Pak Arif sudah cepat beradaptasi dan lumayan aktif dalam diskusi-diskusi FLP Malang yang sering diadakan di Taman Seribu Janji (alias depan rektorat UIN Malang). Dikenal sebagai mood-maker dan joke-maker dalam diskusi. Ada saja celetukannya yang bikin kami jadi gondok tapi nggak tega njitak karena lucu. Hufff...

Kemampuannya berbicara di depan publik dan kengocolannya sebenarnya tidak perlu diherankan lagi karena lulusan manajemen UM ini dulu sempat aktif di UKM IPRI (Ikatan Pecinta Retorika Indonesia) selama masa kuliah. Tak heran, ia menaruh minat untuk menjadi motivator dan juga tertarik untuk mendalami bidang broadcasting. 

Pemuda yang bekerja sebagai guru SMA ini, selain jago cuap-cuap di depan publik juga sangat produktif dalam menulis loh. Tulisan-tulisan di group FLP Malang itu hampir setengahnya adalah hasil tulisannya orang ini. Di lain kesempatan, Divisi Apresiasi Sastra akan membahas essay-essay Pak Arif. Tulisan-tulisannya bisa juga dilihat di blog pribadinya ini: http://abawonos.blogspot.com/